Regional Economy Essay

619 WordsMay 2, 20153 Pages
TOPIKAL PAPER Regional EconomyPENGARUH PERUBAHAN REGIONAL EKONOMITERHADAP BISNIS BAHAN BAKAR NABATI PT PERTAMINA PERSEROPengajar: Akhmad Akbar Susamto, SE., M.Phil., Ph.D Ronggo Shulistyorahadi 13/361046/PEK/19246 EKSEKUTIF B ANGKATAN 27C PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS GADJAH MADA JAKARTA 2015 | I. PENDAHULUAN Salah satu fakta yang dihadapi Indonesia saat ini adalah terjadinya penurunan produksi energi khususnya yang berasal dari Minyak Bumi dan Gas. Berdasarkan data dan fakta tentang kondisi industri migas Indonesia, Indonesia sudah berada dalam krisis/darurat migas dimana cadangan dan produksi yang semakin menurun dari tahun ke tahun sedangkan kebutuhan akan energi migas masih sangat tinggi sampai yang diperdiksi masih terus meningkat hingga 30 tahun kedepan. Pada tahun 2015, pemerintah menargetkan produksi siap jual (lifting) minyak Indonesia sekitar 825ribu barel per hari sedangkan kebutuhannya diprediksi mencapai 1.6 Juta barel per hari (Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Februari 2015) . Sumber : Gde Pradnyana 2014 Dengan melihat terjadinya penurunan produksi secara alamiah ditunjang dengan semakin berkurangnya cadangan migas Indonesia serta pertumbuhan konsumsi energy nasional rata-rata 6-7 % per tahun maka perlu peningkatan penerapan energi terbarukan seperti penggunaan CPO (Crude Palm Oil) sebagai pengganti Bahan Bakar Minyak (BBM). Pemerintah melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 20 Tahun 2014 telah berkomitmen untuk meningkatkan pemakaian BBN sebagai campuran Bahan Bakar Minyak yang dijual ke masyarakat menjadi 20 persen untuk Biodiesel pada tahun 2016 dan ditingkatkan lagi menjadi 30 [ersen pada tahun 2020. Menurut Menteri Keuangan, PT Pertamina Persero diminta untuk menyerap produksi Bahan Bakar Nabati (BBN) sesuai dengan pemberian subsidi yang direncanakan

More about Regional Economy Essay

Open Document