Membentuk Asa Di Tengah Krisis Harapan Essay

1039 WordsAug 3, 20125 Pages
Membentuk Asa di tengah Krisis Harapan Ditulis Cinthia Tambunan / CSMPC ADP Palu Hal apakah yang membuat sebuah bangsa menjadi besar? Pertanyaan itu tumbuh tatkala saya bekerja di organisasi ini. Melihat bagaimana sebuah ADP berakhir adalah sebuah kesempatan demi mencari pengalaman. Tujuan akhir dari semuanya adalah kesejahteraan hidup anak. Namun bagaimana tatkala perjalanan itu baru dimulai, apakah yang bisa kita cermati. Dibalik setiap usaha tentu ada cita-cita. World Vision telah mencanangkan ke dalam bentuk Child Well Being Outcomes. Komunitas yang terpilih adalah mereka yang paling miskin. Hal apa dari kemiskinan itu yang paling terlihat kalau bukan ketidakberdayaan. Tidak berdaya untuk mendapat keuntungan pembangunan, tidak berdaya mengungkapkan keinginan, tidak berdaya mengasihi diri sendiri. Bukankah iu sudah merupakan kekerasan. Apakah kehidupan yang sementara ini masyarakat kita jalani bisa disebut baik-baik saja? Rasanya kita bisa memulai dari anak. Palu adalah ibukota propinsi dengan lokasi yang menjadi jalur transit dari Utara (Manado) dan selatan (Makassar) . Masyarakat yang tinggal dekat pegunungan menunjukkan sejarah hidup masyarakat Palu. Masih saja ada masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil (indigeneous) dan terasing. Walaupun diketahui Palu merupakan perkotaan/Urban. Hal itu sangat miris dengan mengingat potensi dan akses yang dimiliki namun sebagian masih jauh tertinggal. Masyarakat palu sendiri baru saja menjadi masyarakat yang modern. Proses industrialisasi bercampur kapitalisme menjadikan fenomena-fenomena yang tidak asing bagi pelayanan WVI. Kerentanan dan ketidakberdayaan masyarakat adalah fokus kita. Masyarakat yang belum siap menerima tuntutan pajak dan kewajiban birokrasi lainnya terpaksa harus berjuang memenuhi itu. Berangkat dari masyarakat agraris (karena letaknya di gunung) , evolusi berlangsung
Open Document