Lego Essay

689 Words3 Pages
Permainan Balok Susun Permainan menyusun balok sudah bisa dikenalkan sejak usia batita Bagi anak di bawah usia 2 tahun anak baru mampu memegang dan membolak-balik baloknya. Selain itu, balok-balok berukuran besar membantu anak menggenggam dan menyusun material dengan lebih mudah. Jumlah balok yang mampu disusunnya pun masih sedikit serta berantakan di sana-sini. Hal ini karena menurut Piaget tahapan perkembangan kognitif anak baru sampai pada tahap sensorimotor, yaitu anak mulai mengonstruksi pemahaman tentang dunianya dengan mengoordinasikan pengalaman sensori melalui tindakan motorik mereka (Santrock, 2008). Mereka baru mampu memegang, menggenggam, meraba, membolak-balik, dan menyusun balok dalam jumlah sedikit. Permainan Menyusun Balok Tepat untuk Anak Usia 3-6 tahun Menjelang usia 3 tahun barulah anak dapat diperkenalkan pada permainan balok susun ini karena anak sudah memahami konsep identitas dan kategorisasi. Kategorisasi membuat anak mampu mengidentifikasi persamaan dan perbedaan benda-benda. Pada usia 4 tahun, mayoritas anak sudah bisa melakukan klasifikasi terhadap dua kriteria, antara lain bentuk dan warna. Anak-anak menggunakan kemampuan ini untuk mengurutkan banyak aspek dalam kehidupan mereka. Selain itu, anak juga sudah memahami konsep urutan benda, misalnya konsep tentang mana benda yang lebih besar atau lebih kecil, lebih panjang atau lebih pendek, lebih banyak atau lebih sedikit, dan lain-lain (Papalia, Olds, & Feldman, 2007). Menurut Byrnes dan Fox (dalam Papalia, Olds, & Feldman, 2007) pada usia 4-5 tahun anak sudah dapat mengurutkan sampai dengan 9 benda. Dalam permainan menyusun balok ini anak sudah mempunyai ide mengenai bentuk apa yang bisa dibangun dari kumpulan balok tersebut. Contohnya, ketika membuat rumah anak akan menumpuk balok-balok yang ada sambil memerhatikan besar kecilnya, kesamaan warna, dan bentuknya. Bentuk yang

More about Lego Essay

Open Document