Cerpen Essay

697 WordsMay 20, 20143 Pages
Cinta itu Rumit Norma duduk dipinggir lapangan, matanya tertuju pada dua orang pria yang sedang main basket. Mereka adalah sahabatnya. Dilihatnya mereka, begitu keren dan lihai dalam mendrible, shoot, dan lay up. Namun, hanya satu yang tak lepas dari pandangannya. Buru-buru Norma membuang jauh-jauh pikirannya. “Astaga Nor, inget! Sahabat gak mungkin jadi cinta!” “Woy Nor, gue haus nih. Mana minumnya?” Alvin menyadarkan Norma dari lamunannya. “Kambing! Ngagetin aja lu, nih” Ucap Norma sambil menyodorkan sebotol air mineral pada sahabatnya itu. Alvin mengambilnya dan memposisikan duduk di samping Norma. “Thanks. Lagian lu ngelamun aja, ngelamunin apaan sih?” selidik Alvin sambil membuka tutup botol air mineral tersebut dan langsung menenggaknya. “Enggak kok. Eh, Gi, lu gak capek? Nih minum dulu!” Teriak Norma pada Agi, salah seorang sahabatnya lagi, sembari menyodorkan sebotol air mineral. Diikuti dengan gelengan dari Agi. “Enggak deh, ntar aja” Jawabnya sambil men-drible bola basketnya lalu meng-shoot-kannya ke dalam ring dan masuk! Setelah shoot tadi masuk, Agi pun menghampiri kedua sahabatnya itu. Agi duduk di samping Norma, sisi lain dari Alvin. Agi selalu terlihat cool dan misterius, itulah alasan banyak cewe-cewe yang tergila-gila padanya. Berbeda dengan Alvin yang terlihat sangat ramah. Keduanya menjadi idola di kampus. “Ke bukit yuk, udah lama kan kita ga ke sana” Ajak Alvin antusias. “Boleh, menurut lu gimana, Gi?” Tanya Norma pada Agi. “Gue sih ikut aja” Sesampainya di bukit, mereka bertiga duduk di atas bukit tersebut sambil melihat pemandangan yang sangat indah. Hening menyelimuti ketiga sahabat tersebut. Tak ada satu pun yang mengeluarkan suara. Tak tahan dengan keheningan tersebut, Norma pun akhirnya bersuara. “Eh guys, lihat deh awan itu ngebentuk hati” Tetap hening. Rencana Norma gagal. “Salah gak sih kalo kita mencintai sahabat kita

More about Cerpen Essay

Open Document