Association Rule Essay

3853 WordsApr 4, 201316 Pages
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Mini market kini bukan menjadi suatu tempat yang sulit dicari dalam berbelanja. Tidak hanya di kota-kota besar, kini kita dapat dengan mudah menemukannya di desa-desa atau pun pinggiran kota. Hal ini mengindikasikan bahwa industri ritel modern mengalami perkembangan pesat di Indonesia. Dalam lima tahun terakhir peningkatan omset ritel modern cukup pesat, hal ini juga didukung oleh pertumbuhan jumlah ritel yang pesat yaitu mencapai 18.152 gerai pada 2011, dibandingkan 10.365 gerai pada 2007. Menurut Asosiasi Perusahaan Ritel Indonesia (Aprindo) pertumbuhan bisnis ritel di Indonesia antara 10-15% per tahun. Penjualan ritel pada 2006 masih sebesar Rp 49 triliun, namun melesat hingga mencapai Rp 100 triliun pada 2010. Sedangkan pada 2011 pertumbuhan ritel diperkirakan masih sama yaitu 10%-15% atau mencapai Rp 110 triliun, menyusul kondisi perekonomian dan daya beli masyarakat yang relatif bagus. Jumlah pendapatan terbesar merupakan konstribusi dari hypermarket, kemudian disusul oleh minimarket dan supermarket (Sumber: Indonesian Commercial Newsletter, 2011). Banyaknya investor asing yang masuk ke Indonesia menyebabkan terjadinya persaingan yang kuat antara pasar modern dengan pasar modern, dan pasar modern dengan pasar tradisional. Pertumbuhan ritel modern sampai ke daerah pedesaan menggeser keberadaan ritel tradisional. Salah satu dampak dari keberadaan ritel modern di tengah ritel tradisional adalah berkurangnya pedagang kecil, penurunan omzet pedagang kecil, penutupan toko, dan bertambahnya pengangguran akibat pasar-pasar tradisional yang berhenti beroperasi. Dilain pihak, Indonesia juga mendapat kemungkinan dengan keberadaan investor asing yang ikut memperbaiki perekonomian nasional. Hal ini tentunya akan meningkatkan persaingan ritel modern dan meningkatkan petumbuhan bisnis ritel modern di Indonesia. Seperti yang dilansir

More about Association Rule Essay

Open Document